Senin, 10 Oktober 2016

dokomen




NASKAH


teks 1
 fajar ivanka : kebakaran hutan suda menjadi agenda tahunan khususnya kota palangka raya, banyak beranggapan bahwa kebakaran hutan adalah kemarau panjang padahal usaha manusia untuk membuka lahan pertanian baru dan mau meraup keuntunganlah yang menjadi penyebab utamanya.
teks II
chatarine Y.L: selain mengangu roda perekonomian serempat kabut asap menjadikan dampak buruk bagi warga palangka raya terutama bagi anak-anak , kabut asap juga memperburuk dari penyakit keronis lainnya
selain itu kamampuan kerja paru semakin berkurang dan menyebabkan muda lelah kesulitan muda bernafas
teks III
diyah sita resmi: begitu juga kemampuan paru-paru dan saluran pernafasan sehinga menyebabkan lebih muda terjadi empeksi secara umum maka terjadi berbagai macam penyakit yang dialami warga palangka raya
teks IV
Disman susanto: kebakaran hutan merupakan penyebab paleng mematikan bisa mengakibatkan empeksi saluran pernafasan akut akan muda lebih terjadi terutama karna tidak seimbang daya tahan tubuh bakteri atau virus yang mematikan bagi makluk hidup.
teks V
Rama kurniawan: kebakaran hutan umumnya disebabkan oleh manusia baik disengaja mauoun tidak disengaja masarakat setembar membersikan lahan dengan cara jasah api

Sabtu, 05 Desember 2015

PEMBELAJARAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

MATERI YANG AKAN DISAMPAIKAN:
PEMBELAJARAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN (PENURUNAN TITIK BEKU LARUTAN) MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING





Oleh:
        DISMAN SUSANTO ( AFD 114 003)
                                MUSTIKA RUDI KUSUMA (AFD 114    )
                                ROY ANDIKA ( AFD 110    )
                                RITA (AFD 114    )
                                ONYAHISTI (AFD 114    )
                               
                               










UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2015





A.    Alasan memilih materi “Sifat Koligatif Larutan (Penurunan Titik Beku Larutan)” untuk     dibelajarkan dengan metode inkuiri
1.      Materi “Sifat Koligatif Larutan (Penurunan Titik Beku Larutan)” mengandung konsep yang sederhana.
2.      Materi “Sifat Koligatif Larutan (Penurunan Titik Beku Larutan)” ini dapat dieksperimenkan dengan peralatan yang sederhana misalnya gelas beaker, tabung reaksi dan termometer.
3.      Langkah-langkah pada eksperimen penurunan titik beku larutan ini cukup sederhana.
4.      Eksperimen ini dapat menarik perhatian siswa dan memancing siswa untuk berfikir kreatif.

B.     Langkah-langkah Pembelajaran
Pembukaan:
Ø  Membuka pelajaran
Ø  Bertanya kepada siswa tentang:
a.       Pengertian larutan, pelarut, zat terlarut dan titik beku.
b.      Contoh larutan
Ø  Mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan kehidupan sehari-hari dengan memberikan pertanyaan:
a.       Jika kita memasukkan satu plastik air sirup dan satu plastik air minum ke dalam freezer, manakah yang akan membeku terlebih dahulu?
Ø  Menarik perhatian dan memotifasi siswa untuk belajar

Kegiatan inti:
Fase 1: Pemberian Masalah
ü  Membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS), kemudian mengajukan pertanyaan “ Pada temperatur berapakah :
a)      5 ml air suling (aquades) membeku?
b)      5 ml larutan garam (NaCl) membeku?
c)      5 ml larutan sirup membeku?
d)     Manakah yang akan membeku terlebih dahulu?”
Fase 2: Membuat Hipotesis
Siswa membuat hipotesis terhadap masalah yang diberikan dan menuliskannya pada LKS yang diberikan.
Fase 3: Percobaan
v  Siswa melakukan pengujian terhadap hipotesis yang mereka ajukan dengan melakukan percobaan “Sifat Koligatif Larutan (Penurunan Titik Beku Larutan)”
v  Siswa melakukan pengamatan dan mencatat dengan cermat dan teliti hasil observasi percobaan mereka.
Fase 4: Mengevaluasi Hipotesis
-          Siswa  menganalisis data hasil percobaan, membuat pembahasan atas hasil yang mereka peroleh dengan membandingkan pada literatur yang ada untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang mereka buat, dan menjawab pertanyaan yang ada di LKS.
-          Meminta siswa untuk melaporkan hasil percobaan mereka dengan mempresentasikannya (pada kegiatan ini dibuka forum tanya jawab terhadap hasil percobaan), kemudian diskusi diarahkan oleh guru agar siswa mendapatkan konsep-konsep berikut:
a.)     Larutan adalah suatu campuran homogen dari molekul, atom ataupun ion dari dua zat atau lebih.
b.)    Pelarut adalah komponen utama suatu larutan yang berwujud cairan.
c.)    Zat terlarut adalah komponen lain yang dapat berbentuk gas, cairan ataupun zat padat yang terlarut kedalam komponen utama.
d.)   Titik beku adalah temperatur pada saat zat padat dan cair suatu zat berada dalam kesetimbangan ( suhu saat suatu zat mulai membeku).
Penutup
Fase 5: Membuat Keputusan
– Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.
– Meminta siswa untuk menyusun laporan tertulis sebagai tugas.






C.     Skenario Pembelajaran:
Kegiatan Pembukaan
G:  selamat siang anak-anak!
      Bagaimana kabar kalian hari ini? Harus tetap semangat ya….
      Ehm…  biar tambah semangat kita bahas minuman saja y…. Siapa yang suka minum air sirup??
S:  saya, Bu…
G:  Air sirup rasa apa yang kalian suka?
Sa: melon dan jeruk
Sb dan Sc: strawberry…
G: Banyak yang suka minum air sirup strawberry ya… kalau begitu pasti kalian semua tahu, bagaimana cara membuat air sirup? Ada yang mau menceritakan bagaimana cara membuat air sirup?
Sd: saya, Bu…
G: ya… yang angkat tangan dibelakang itu, tolong ceritakan pada teman-temannya bagaimana membuat air sirup?
Sd: 3 sendok sirup dimasukkan ke gelas kemudian ditambah air dan diaduk sampai tercampur semua
G: ya, benar sekali jawaban teman kalian tadi.
      Sesudah sirup dan air diaduk apakah kalian dapat membedakan, mana yang sirup dan mana yang airnya seperti sebelum kalian mencampurnya tadi?
S:  tidak tahu, Bu… kan sudah bercampur…
G:  berarti, apakah saya boleh menyebutnya larutan sirup? Pengertian larutan itu apa sih?
Sz: campuran air dan sirup, Bu…
G:  ada pendapat yang lain?
St: campuran dua zat yang tidak bisa dibedakan lagi..
G:  ya..., bagus,.. Terus, komponen larutan itu apa saja??
S:  (diam)
G:  larutan itu tersusun dari apa saja?
Sa:  air dan zat yang dilarutkan, Bu…
G:  nah, air itu berfungsi sebagai apa?
Sb:  pelarut, Bu..
G: kalau saya punya plastik A yang berisi air sirup dan plastik B yang berisi air minum, kemudian keduanya saya masukkan ke dalam freezer, mana yang akan membeku dulu ataukah keduanya membeku pada saat bersamaan??
Se: air minum, Bu…
Si: air sirup, Bu…
Sg dan Sk: bareng, Bu… kan kompakan
G: ow… gitu ya… jawaban kalian sangat beragam
      Untuk membuktikan jawaban mana yang benar mari kita lakukan praktikum.

Kegiatan Inti
Fase 1: Perumusan Masalah
G: coba kalian perhatikan! ( guru menunjukkan 3 tabung reaksi yang masing-masing berisi 5ml air suling, 5 ml larutan garam, dan 5 ml larutan sirup) sambil bertanya: pada temperatur berapakah :
a.          5 ml air suling (aquades) membeku?
b.         5 ml larutan garam (NaCl) membeku?
c.          5 ml larutan sirup membeku?
d.         Manakah yang akan membeku terlebih dahulu?

Fase 2: Membuat Hipotesis
G: tuliskan hipotesis kalian pada LKS yang ibu berikan !
Sl: hipotesis itu apa, Bu…?
G: ada yang sudah tahu apa itu hipotesis?
Sj: hipotesis itu dugaan sementara Bu…
G: ya jawaban yang bagus.., ayo sekarang ditulis hipotesisnya.
S: (menulis hipotesisnya )



Fase 3: Eksperimen
G: ya sudah mari kita mulai eksperimennya, ayo semua berkumpul dengan masing-masing kelompoknya. Prosedur percobaannya silakan dibaca, kalau ada yang tidak dimengerti silakan ditanyakan. Kalau sudah tidak ada yang ditanyakan, mari kita mulai praktikumnya.

Fase 4: Mengevaluasi Hipotesis
G: semua kelompok sudah selesai praktikumnya? Datanya dianalisis ya…cara menganalisisnya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di dalam LKS itu… pertanyaan-pertanyaan itu nanti bisa membimbing kalian mengevaluasi hipotesis kalian tadi.. untuk tambahan materi, kalian juga boleh membaca literatur lain yang relevan… didiskusikan masing-masing kelompok ya… saya beri waktu10 menit untuk diskusi dengan kelompoknya masing-masing…
S: (siswa menganalisis data percobaan yang mereka peroleh)
( sepuluh menit kemudian)
G: sekarang silakan dipresentasikan hasil laporan percobaan yang sudah kalian lakukan. Setelah perwakilan salah satu kelompok mempresentasikan, siswa lain boleh menanggapi, jika ada pendapat yang berbeda atau ada tanggapan. Ada yang mau mempresentasikan hasil percobaaannya?
Sg: ( angkat tangan, guru mempersilakan)(pada sesi presentasi ini, guru berperan sebagai moderator)
G: ok.. presentasi yang bagus sekali.. ada yang punya pendapat lain?
(siswa yang memiliki jawaban yang berbeda mengajukan pendapat)
(guru memberikan bimbingan ketika terjadi perbedaan pendapat)
G:  Ada yang ingin bertanya?
Sx: kenapa ketika mendinginkan air, larutan gula dan larutan garam digunakan campuran es batu dan garam sebagai pendingin?
G: pertanyaan yang bagus, ada yang bisa menjawab ?
Sr: karena ketika es batu ditambah garam, maka suhu es tersebut akan turun di bawah 0o C (pada STP). sehingga jika diberi air yang memiliki titik beku 0o C (pada STP) maka air tersebut akan membeku karena suhunya melewati di bawah titik bekunya.
G: ada pertanyaan lagi?
S: (diam)


Kegiatan Penutup
Fase 5: Membuat Kesimpulan
G: baiklah karena diskusi kita sudah selesai, mari kita simpulkan hasil praktikum hari ini.
Kesimpulan apa yang bisa kalian ambil?
Sa: larutan adalah suatu campuran homogen dari molekul, atom ataupun ion dari dua zat atau lebih.
Sv: Pelarut adalah komponen utama suatu larutan yang berwujud cairan.
Sw: Zat terlarut adalah komponen lain yang dapat berbentuk gas, cairan ataupun zat padat yang terlarut kedalam komponen utama.
Ss: Titik beku adalah temperatur pada saat zat padat dan cair suatu zat berada dalam kesetimbangan ( suhu saat suatu zat mulai membeku).
Sg: titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut murninya.
G: kesimpulan yang bagus sekali.. tapi, apa yang menyebabkan titik beku larutan lebih rendah daripada titik beku pelarutnya?
Sr: karena partikel-partikel dari zat terlarut akan menghalangi pergerakan molekul-molekul pelarut, sehingga untuk lebih mendekatkan jarak antarmolekul diperlukan suhu yang lebih rendah.
G: jawaban yang bagus sekali.. Baik, tolong dicatat di buku masing-masing hasil pembelajaran kita hari ini agar bias dipelajari lagi bila nanti lupa. Ok, hari ini cukup sekian. Tetap semangat!  And Have a nice day!
S: have a nice day too, mom…


MENDESIAN STRUKTUR DAN BAGAN ORGANISASI


          MENDESIAN STRUKTUR DAN BAGAN ORGANISASI
A. Pengertian struktur dan bagan organisasi                                                                                                              struktur organisasi adalah susunan rangka dari organisasi yang mencerminkan adanya pembagian dan pengelapan tuggas, unit-unit, baik secara partikal maupun horizintal pendelegasian wewenang tangung-jawab, kordinasi seta hubungan kerja antar bagian di dalam organisasi tersebut.                                                              
            Bagan organisasi adalah gambar dari struktur organisasi yang dapat mempertegas alur hubungan kerja sama, koordinasi, dan informasi suatu stroktor organisasi.
B.      manfaat dibentuknya  bagan struktur organisasi
1.      menunjang nama tiap manajer.
2.      Menunjukkan siapa bertanggung jawab kepada siapa.
3.      Menunjukkan siapa yang bertugas  kepada deper temen mana
C.      langka-langka menyusun struktur organisasi
1.      menentukan, memperjelas misi dan tujuan didirikanorganisasi
2.      menentukan kegiatan yang dilakukan

MACAM-MACAM BENTUK STRUKTUR ORGANISASI
Organisasi adalah sekumpulan dari beberapa orang yang melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan bersama
1.     Struktur  Organisasi Garis
Struktur Organisasi Garis struktur Organisasi garis adalah struktur organisasi dimana direktur utama dianggap sebagai sumber kekuasaan tunggal dan segala keputusan (kebijakan).
Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
1.     
Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
1)     
Gambar struktur organisasi garis :
lini
    2.      Organisasi garis dan Staf
Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara langsung
Ciri :
1.      Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung
2.      Karyawan banyak
3.      Organisasi besar
4.      Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi:
a.       Personel lini
b.      Personel staf
Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
1)      Ada pembagian tugas yang jelas
2)      Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
3)      Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin
4)      Staffing dilaksanakan sesuai prinsip the right man on the right place
5)      Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan
Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
1)      Tugas pokok orang-orang sering dinomorduakan
2)      Proses decesion makin berliku-liku
3)      Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem patronage
4)      Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat lainnya
Gambar struktur organisasi Lini dan Staf
lini dan staff
 3.      Organisasi Fungsional
Organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor yaitu suatu bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut
Ciri :
1.      Organisasi kecil
2.      Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli
3.      Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
4.      Target yang hendak dicapai jelas dan pasti
5.      Pengawasan dilakukan secara ketat
Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
1)      Program tearah, jelas dan cepat
2)      Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai
3)      Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat
4)      Adanya pembagian tugas antara kerja pikiran dan fisik
5)      Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik
6)      Solidaritas antar anggota yang tinggi
7)      Moral serta disiplin keija yang tinggi
8)      Koordinasi antara anggota berjalan dengan baik
9)      Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi
10)  Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas
11)  Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis
Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
1)      Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi
2)      Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan
3)      Insiatif perseorangan sangat dibatasi
4)      Sulit untuk melakukan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu
5)      Menekankan pada rutinitas tugas – kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang
6)      Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit
7)      Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi
8)      Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi dan kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan
Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut :
1.      Lingkungan stabil
2.      Tugas bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi
3.      Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional
Gambar struktur organisasi Fungsional
fungsional

4.      Organisasi Lini dan Fungsional
Organisasi Lini dan Fungsional adalah organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi Komite lebih mengutamakan pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan “kolektif/ presidium/plural executive” dan komite ini bersifat managerial. Komite dapat juga bersifat formal atau informal,komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatu bagian dari struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan wewenang yang dibagi-bagi secara khusus.
Ciri :
1.      Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan
2.      Spesialisasi secara praktis pada pejabat fungsional
3.      Pembagian kerja dan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon
4.      Strukutur organisasi tidak begitu kompleks. Biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, ketua-ketua seksi, dan para perugas
5.      Struktur organisasi secara relatif tidak permanea. Organisasi ini hanya dipakai sesuai kebutuhan atau kegiatan
6.      Tugas pimpinan dilasanakan secara kolektif
7.      Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang sama
8.      Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk satgas
Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
1)      Solodaritas tinggi
2)      Disiplin tinggi
3)      Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimum
4)      Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
5)      Keputusan dapat diambil dengan baik dan tepat
6)      Kecil kemungkinan penggunaan kekuasaan secara berlebihan dari pimpinan
7)      Usaha kerjasama bawahan mudah digalang
Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
1)      Kurang fleksibel dan tour of duty
2)      Spesialisasi memberikan kejenuhan
3)      Proses pengambilan keputusan agak larnban karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan anggota organisasi
4)      Kalau terjadi kemacetan kerja, tidak seorang pun yang mau bertanggung jawab melebihi yang lain
5)      Para pelaksana sering bingung, karena perintah datangnya tidak dari satu orang saja
6)      Kreativitas nampaknya sukar dikembangkan, karena perintah pelaksanaan didasarkan pada kolektivitas
Organisasi panitia biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi
Gambar struktur organisasi Lini dan Fungsional
lini dan fungsional

5.      Organisasi Komite
Organisasi komite adalah bentuk organisasi di mana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic manajemen
Organisasi komite terdiri dari :
1.      Executive Committe (Pimpinan komite)
 yaitu para anggotanya mempunayi wewenang lini
2.      Staff Committee
Yaitu orang-orang yang hanya mempunyai wewenang staf
Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
1)      Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
2)      Kepemimpinan yang bersifat otokratis sangat kecil
3)      Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin
Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
1)      Proses decesion making sangat lamban
2)      Biaya operasional rutin sangat tinggi
3)      Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab
Gambar struktur organisasi komite

6.      Organisasi Matrik
Organisasi matrik disebut juga sebagai organisasi manajemen proyek yaitu or¬ganisasi di mana penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang mempunyai ketrampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikum¬pulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan
Organisasi matrik digunakan berdasarkan struktur organisasi staf dan lini khususnya di bidang penelitian dan pengembangan
Organisasi matrik akan menghasilkan wewenang ganda di mana wewenang horison¬tal diterima manajer proyek sedangkan wewenang fungsionalnya yaitu sesuai dcngan keahliannya dan tetap akan melekat sampai proyek selesai, karena memang terlihat dalam struktur formalnya. Sebagai akibat anggota organisasi matrik mempunyai dua wewenang, hal ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatannya para anggotanya juga harus melaporkan kepada dua atasan
Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul, biasanya manajer proyck diberi jaminan untuk melaksanakan wewenangnya dalam memberikan perintah di mana manajer proyek tersebut akan langsung lapor kepada manajer puncak
Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
Pada fleksibelitas dan kemampuannya dalam memperhatikan masalah-masalah yang khusus maupun persoalan teknis yang unik serta pelaksanaan kegiatan organisasi matrik tidak mengganggu struktur organisasi yang ada
Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
Manajer proyek tak bisa mengkoor¬dinir berbagai bagian yang berbeda hingga menghadapi kesulitan dalam mengembangkan team yang terpadu dikarenakan penyimpangan pclaksanaan perintah untuk masing-masing individu. Untuk mengatasi kesulitan yang mungkin timbul, maka manajer proyek biasanya diberi wewenang khusus yang penting, misalnya: dalam menentukan gaji, mempromosikan atau melakukan perlakuan personalia  Gambar struktur organisasi Matrix     
G. Macam-macan Bentuk Bagan Organisasi
Macam-macam bentuk bagan dalam organisasi
Dalam setiap organisasi pastilah ada yang namanya struktur, yaitu bagan untuk menentukan penyusunan sebuah jabatan yang tertinggi sampai yang terendah maupun sama/sederajat. Di bawah ini adalah beberapa contoh umum dari beberapa bentuk struktur, diantaranya yaitu :
a)      Bagan Horizontal
Dikatakan sebagai bagan horizontal karena bagan ini menuliskan tingkatan jabatannya kesamping. Seperti contoh gambar bagan dibawah ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-U9oy0XQ0Jh__eixUj8owS_e_U2TH9tLZ7xeU3wKiE-XGwleYYoXhNHuXqZX7Gq03czRVnJ6f5U1J6BqOwgkdWSNkQj5sMoMF7Q_Uk5RpcwQ19FBXUoRLKXCMuEgW8rGjFD-RbBo9_Xtv/s1600/bagan1.jpg
Bagan Struktur yang berbentuk Horizontal
b)      Bagan Vertikal
Bagan struktur ini adalah kebalikan dari bagan horizontal yang menyamping, tetapi bagan ini meluas kebawah. Semakin banyak jabatan dalam perusahaan maka struktur bagan ini akan semakin meluas ke bawah seperti contoh gambar bagan di bawah ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj004aF2zpyaGzQgDS0Fva82SuZZqlz0yWHil6qXJ-Stp2kw0q9axs8MFDM_5ZlQnzqbsoQcWUA9eOZsGk2R5ULYF-a9L-ICFZuJ2mNffqc8Z2-ZEZvOth66WUw5Ho4Xto_E0dbHuxZI-em/s1600/bagan2.jpg
Bagan Struktur yang berbentuk Vertikal
c)      Bagan Piramid
Bagan ini adalah bagan yang paling mudah dibuat dari bentuk-bentuk bagan yang lain. Karena pada bagan ini berbentuk piramid, dimana urutan jabatan yang paling tertinggi di bagian yang paling atas (TOP). Dan yang jabatannya tidak terlalu rendah, diletakkan di bagian tengan bagan (middle). Dan jabatan yang papling rendah, di letakkan pada bagan yang paling bawah pula (low). Seperti contoh bagan struktur di bawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAkDHaIWESDHI36lq2q5gLtuOXUB3lCJS94i84Oq351VF-TCvoYacEaoduVoNDHGQ0g36trMo57MeyQ1nioH6ivzjKZqL1LhPoJBKVBYCoR6mSyMZSRFiy0WDhBt87dxjcLOlW9jHC778P/s1600/bagan3.jpg
Bagan Struktur yang berbentuk Piramid
d)      Bagan Lingkaran

 Bagan Struktur yang berbentuk Lingkaran

Bagan ini jarang sekali kita jumpai dalam pembentukan bagan struktur yang biasanya. Bagan ini berbentuk lingkaran, dimana setiap jabatan dengan jabatan lainnya itu membentuk sebuah lingkaran. Dan semakin banyak jabatan terbuat, maka semakin besar pula diameter pada bagan ini. Lihat contoh bagan lingkaran di bawah ini :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ7uz23s2PjSbNEoG-zSQH33pyK5OJILgWsOqUAF4la3sIy8ZuH6QgrS_cp-U8VBrq8sn-M6OtRbOUeznYR4TOosncIxcFABigTshiOAhmCCEljld6QZTF8aJrdyaLuzacU0INxxGNBJI5/s1600/bagan4.jpg



Dari bentuk-bentuk gambar bagan struktur di atas, terdapat pula bentuk-bentuk gambar bagan struktur lainnya pula seperti contoh-contoh gambar bagan di bawah ini :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6U2kq_nWfvGSOX5bqykqrAV8mAIjGIzAy4ix3oG5pPQ1f5U2Eeby8AgSA3J676bKPfE8vpOcficJnNySip1TrUo3iGadmPqRDqoHfJTK_OVYesINHaEwexdYZrib4xUrdqf1sndXOIm1P/s1600/bagan6.jpg
Struktur organisasi Fungsional berbentuk Piramidal

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj42UdM2suxNgqyJzvKMeP4MVFKI8gMEUpjxWh7mvjnf2NRq-tjPk2p7K2sAI2ioPE6goBfjq7o6_-arAecW2oV0apY4GUmFBV28vYjlgq_ulu-0DqsqVlhcJDQbQ9L6gzS-eSLKx4HF7gk/s1600/bagan8.jpg
Struktur organisasi Matrix

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE9SE-ZSjapJaO9zBRWPWbUeV0V5nCgCjBlAUbazrpd6LuffuP-6DTtgjLAEEqE4gf0umHi2-MFGd49lwvcltBBvDZauK1YnFAf67bWFNkIM9JXzJd0G_vFeEBHclCUdXILBODDT4-rug1/s1600/bagan9.jpg
Struktur organisasi sirkular

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-GYt_qC03d9zTTMGqLQ9Q8O3-bmrokf1jtHJ31sCP-FqTDeRZoSADcWLJ8UW2-M88XEm0H5uQi6MMbd2E_eWzO6LFz-CzO8VQ-jSMDgiZWeoi9OMsySSKxyu5VFINrc9belGlih7IO7x4/s400/bagan5.jpg
Struktur organisasi berstaf berbentuk Piramidal


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjewlop-JEExcrsCYpn185EQFapCyLNVKyqDvBRfSWop7F-LljDRTSzDJhyphenhyphenPHtiomVu8SQ23RFoZLNCF9C02CPYjUO7yb2K5RuTzl_lYdMcGDgZWbKpdK_sKSAjwqLBYUrbTjaHKS540y97/s1600/bagan7.jpg
Struktur organisasi Garis berbentuk Piramidal